Terungkaplah Pakaian Adat Aceh Modern Tersuci dan Tersopan

Terungkaplah Pakaian Adat Aceh Modern Tersuci dan Tersopan

PAKAIAN ADAT ACEH MODERN

Pakaian Adat Aceh (http://pakaianadat9.blogspot.co.id/)

Hallo sahabat Indonesia yang telah datang menikmati manisnya artikel saya, tanpa kita ketahui negara Indonesia adalah negara yang paling istimewa dengan beragam suku dan budaya.

Mereka bekerja keras dalam menghidupi kehidupannya dengan berbagai upaya dan wirausaha yang beraneka ragam. Kali ini saya akan jelaskan tentang Pakaian Adat Aceh yang biasa kerap digunakan oleh masyarakat lokal Aceh dan kota lainnnya yang masih keturunan berbau Aceh.

Sejarah Pakaian Adat Aceh

Aceh – kehidupan di Aceh sangat asyik serta adat istiadat melayu yang kemudian menjadi Adat Aceh yang sangat istimewa dan benar-benar kota islam di Indonesia karena semuanya berdasarkan aturan yang telah diterapkan secara hukum syariat islam.

Aceh mungkin dikenal kota mistis karena apa yang meraka lakukan harus sesuai dengan aturan dan tata tertib yang ada, dan semua warga di Aceh menyepakati aturan semua yang ada di Aceh sehingga mereka sangat berhati-hati dalam menjaga kotanya agar nama kota islamnya tidak tercemar buruk oleh perilaku warga sekitar yang ada di Indonesia.

Penerapan hukum syariat secara islam di Aceh bukan hal yang modern namun sejak dahulu warga Aceh sudah menerapkannya. Bahkan, sebelum Indonesia merdeka kota Aceh ini sudah disebut kota Mekah atau kota islam karena namanya yang harum jauh dari unsur yang negatif. Tepatnya sejak zaman kesultanan warga Aceh sudah menyebutnya Kota Mekah.

Pakaian Adat Aceh – Nangroe Aceh Darusalam merupakan hal yang paling unik dan antik dari salah satu provinsi di Indonesia. Aceh terletak di ujung barat pulau Sumatra. Provinsi ini mendapatkan julukan Serambi Mekah karena kawasan tempatnya dekat dengan Mekah sehingga apa yang mereka lakukan harus berbau islami.

Aceh dipengaruhi oleh kebudayaan islam dari jazirah Arab dan konon katanya Aceh adalah kota yang sangat mistis jika dalam berbicara, pandangan mereka, cara berpakain mereka, harus dijaga secara aman dan sesuai kaidah islam.

Budaya Pakaaian Adat Aceh diharuskan berbau islam karena dalam berpakaian seseorang adalah alasan bagaimana seseorang itu melangkah lebih baik lagi dalam melakukan sesuatu,  karena dalam cara berpakaian adalah proses perubahan sifat pribadi kita menjadi lebih baik lagi.

Pakaiaian Adat Aceh

Pakaian Adat Aceh (http://aceh.kotamini.com/pakaian-adat-aceh-dan-penjelasannya/)

Pakaian Adat Aceh disini dibedakan antara kaum Adam dan kaum Hawa itu berbeda nama dan bentuknya. Untuk kaum Adam pakaian yang dikenakan sering mereka menamakan pakaiannya Linto Baro, sementara yang kaum Hawa sering diberi nama Daro Baro. kedua pakaian tersebut memiliki arti setiap bagian-bagiannya.

berbicara tentang semua pakaian Adat Aceh mari saya bahas dalam setiap bagian-bagiannya dibawah ini.

Pakaian Adat Aceh untuk Pengantin Laki-laki atau disebut kaum Adam

Warga Aceh biasanya sering mengikuti kebiasaan adat para nenek moyang dahulu kala, pakaian Adat yang dikenakan oleh kaum Adam yaitu Baju Linto Baro yang terdiri dari berbaggai macam ciri khasnya yang menonjolkan adat dalam berpakaian aceh secara islami.

Baju Linto Baro terdiri dari atasan, sering kali warga aceh memberi nama atasan baju itu Meukasah, celana panjangnya sering diberi nama yaitu Siluweu, kain sarung yang dikenakan sering diberi nama Ijo Krong, SIbilah Siwah atau rencong yang menjadi andalan senjata tradisionalnya kota Aceh, dan tutup kepala yang dikenakan itu sering diberi nama Mukeutop.

Akan saya jelaskan satu persatu dari berberbagai macam pakaian adat khusus kaum Adam sebagai berikut:

  1. Baju Meukeusah

Pakaian adat ini biasanya nyaman jika hendak di pakai oleh warga Aceh atau warga lain yang mengikuti budaya pakaian adat Aceh. Bajunya terbuat dari kain tenunan dari sutra halus hendak dipakai. Andalan warna yang sering mereka pakai adalah hitam karena sudah ciri khas pakaian Adat Aceh.

Konon katanya warna hitam adalah warna spesial bagi warga sekitar karena memiliki sebuah arti dalam kepercayaan adat mereka masing-masing juga sebagai lamabang kebesaran dari warga Aceh. Maka, baju Meukeusah ini tak asing lagi bagi mereka karena memiliki kewibawaan jika hendak memakainya.

Baju Meukeusah terdapat sulaman benang emas yang mirip sekali dengan pakaian baju China. Bentuk kerahnya mirip karena adanya asimilisasi budaya Aceh dengan budaya China yang terbawa sejak zaman dahulu negara China melaut dan berdagang di Aceh hingga ada kemiripan dari kedua budaya tersebut.

  1. Celana Sileuweu

Celana Sileuweu ini modelnya hampir sama dengan atasan bajunya dari segi warna hitam. Tetapi, celana tersebut dalam bahasa Aceh disebut Sileuweu karena terbuat dari kain katun sehingga dapat menyerap keringat dan tidak terasa panas jika dipakai. Warga Aceh kadang menyebut namanya adalah Celana Cekak Musang, celana ciri khasnya adat Melayu yang unik dan antik.

Biasanya Warga Aceh memberikan sarung songket yang berbahan sutra sehingga kain sarungnya sering disebut Ija Lamgugap, Ija Krong atau Ija Sengket tersebut dikaitkan dengan pinggang yang panjangnya sebatas lutut atau 10 cm dari atas lututnya yang memberikan keunikan istimewa dari berbagai adat pakaian lain dan hal tersebut memberikan nilai kewibawaan warga Aceh.

  1. Tutup Kepala
Meukeutop (http://aceh.co.id/2017/02/kopiah-meukeutop-warisan-endatu-aceh/)

Tutup kepala ini berbudaya islam karena tidak adanya kopiah yang dikkenakan agar tampak menarik mereka menggati kopiah dengan tutup kepala model mereka buat yang sesuai adat dan ciri khasnya.

Warga Aceh sering menyebut namanya kopiah atau Penutup Kepala adalah Meukeutop. Warga memberikan nama Meukotop karena kopiah ini modelnya loncong ke atas yang sering dilengkapi dengan lilitan Tangkulok, sebuah lilitan tersebut dihiasi dengan bintang persegi delapan terbuat dari emas atau kuningan hingga tampak indah.

  1. Senja Tradisional

Senjata tradisional adalah sepabagai pemanis sama seperti kebanyakan pakaian adat provinsi lain akan tetapi pakaian ini sebagai pelengkap dari berbagai macam pakaiannya. Yang sering diselipkan di bagian lipatan sarungnya dekat dengan pinggang bagian gagang atau kepalanya kelihatan keluar dari lipatan sarung tersebut.

Pakaian Adat Aceh untuk Pengantin Perempuan atau Kaum Hawa

Pakaian Adat Aceh Kaum Hawa sering disebut Daro Baro warnanya identik cerah dibandingkan dengan pakaian Linto Baro. Dari berbagai warna yang bisa digunakan adalah warna merah, warna kuning, warna hijau, atau ungu. Desaiannya secara islami karena untuk menutup aurat mereka yang memakainya hingga terhindar dari dosa.

Biasanya baju kaum hawa terdiri dari Baju Kurung, celana cekak musang, penutup kepala dan perhiasan, akan saya bahas satu persatu dari beberapa bagian tersebut di bawah ini.

  1. Baju Kurung
Baju Kurung (https://fitinline.com/article/read/pakaian-adat-aceh/)

Baju atasan kaum hawa ini berlengan panjang terhindar dari berbagai macam dosa sehingga diberi nama baju kurung karena sangat menutup auratnya agar tidak terlihat oleh kaum adam lain, karena cukup 1 adam yang mereka khususkan untuk melihat auratnya, dipersembahkan khusus untuk suami tercintanya.

  1. Celana Cekak Musang

Celana Cekak  Musang dikenakan pada Pakain Adat Aceh untuk kaum hawa dan kaum adam sama. Celana ini dililiti dengan sarung sepanjang lutut untuk hiasannya yang unik dan antik dengan lainnya. Celana yang digunakan dan dihiasi dengan lilitan sarung mirip dengan saatnya warga Aceh akan menarikan Tari Saman.

  1. Penutup Kepala dan Perhiasan

Penutup kepala ini sebagai pengganti kerudung yang mereka kenakan sehingga dapat menutup mahkota yang hendak harus dijaga oleh kaum adam agar sang hawa terlindungi dari mata jahat kaum adam lain.

Bagian kepala yang dihiasi dengan tatanan bunga-bunga segar yang sering disebut Patham Dhoi bagi warga Aceh. Bagian lainnya dihiasi dengan beraneka ragam hiasan yang menarik dari berbagai perhiasan untuk memperindah dan menambahkan harga dan martabat seorang wanita atau kaum hawa.

Nah, berhubungan apa yang saya bahas tentang mengenai Pakaian Adat Aceh sudah selsesai dengan indahnya menggunakan adat budaya Indonesia yang istimewa, juga sebagai upacara adat seperti pernikahan dan aksi pertunjukan seni Tari Saman yang unik dan antik, semoga kalian menyukai artikel yang saya buat dan bermanfaat.

Jagalah budaya dan adat yang berada di Indonesia kita karena dengan kita melupkannya maka penyeselan yang akan datang menggrogot kita. Ayo lestarikan budaya kita.

Hukum Adat Aceh

Hukum Adat di Aceh diucapkan oleh Prof. Snouck Hurgrounje beliau adalah sosok seorang ahli dibidang sastra Timur dari Belanda tahun 1894, beliau sempat belajar agama islam di Arab. Sebelum adat ini berkembang di Aceh sempat dikenal sebagai Adat Recht. Prof. Snouck Hurgrounje yang dikenal pada sebuah bukunya yang bernama de atjehers atau hukum adat yang berada di Aceh.

Rumah Adat Aceh

rumah adat aceh
rumah adat aceh (http://adat-tradisional.blogspot.com/2016/10/rumah-adat-aceh-krong-bade-gambar-dan.html)

Rumah adat tradisional di Aceh sering disebut Rumah Adat Rumoh Aceh. Rumoh Aceh ini tampak menarik dan unik bahkan daerah lain mungkin menganggapnya rumah panggung yang unik dan antik yang sekarang jarang sekali ditemukan di Indonesia. Rumoh adat ini sangat nyaman sekali di tempati karena dengan situasi diatas langit-langit atau istilah ngambang di atas tanah karena menarik.

Rumoh adat di Aceh ini merupakan karya arsitektur yang sesuai adat zaman dahulu dan sesuai tuntunan budaya dahulu. Karya seninya yang penuh dengan ukiran dan tampak menarik di lihat sehingga dapat memnajkan mata kita untuk sering berkunjung ke Aceh.

Tarian Adat Aceh

Tari Saman (http://annisaadwiass28.blogspot.co.id/2017/02/adat-dalam-kebudayaan-aceh-dan-tempat.html)

Fungsi Tarian Adat Aceh

Tarian yang berada di Aceh ini sangat mengandung unsur islami sehingga tampak istimewa dan unik beda sekali dibandingkan dengan tarian yang lainnya karena tanpa unsur hal yang Negatif . Tarian ini diciptakan untuk penyambutan tamu terhormat dan bisa dilakukan untuk acara upacara-upacara tertentu. Pola tarinya sangat sederhana dan bersifat berulang-ulang karena penyajian waktunya yang sangat panjang.

Macam-Macam Tarian di Aceh

  1. Tari Saman
  2. Tari Laweut Aceh
  3. Tari Tarek Pukat
  4. Tari Bines
  5. Tari Didong
  6. Rapai Geleng
  7. Tari Ula-ula Lembing
  8. Tari Ratoh Duek Aceh
  9. Tari Pho

Tarian di Aceh sangat menginspirasi para pemuda pemudi untuk terus melestarikan semua tariannya agar tidak punah dan tidak ada unsur negara lain yang meniru atau mencontoh adat istiadat dan budaya yang terdapat di Indonesia ini, semoga penerus bangsa dapat melestarikan budaya yang sangat beragam ini dan tidak malu untuk mengembangkan dan memperkenalkannya bahwa ini lah jati diriku hidup di Indonesia.

Pakaian Adat Aceh

Leave a Comment